Tuesday, May 8, 2012

The Charming Sunset of TANAH LOT TEMPLE, BALI


Way of Adventure to TANAH LOT TEMPLE.Pura Tanah Lot terletak di sebuah desa bernama Braban,Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, ditempuh sekitar 45 menit dari kawasan Kuta. Dan pura ini terletak di atas bongkahan batu, apabila air pasang pura ini akan kelihatan dikelilingi air laut . Tiket untuk domestik: Rp 10.000/orang dan Rp 30.000/orang untuk luar negeri.

Di tempat ini, dari tempat parkir sampai ke tempat objek wisata/ pura, banyak terdapat art shop yang menawarkan produk kerajinan lokal, banyak kedai miniman dan makanan, juga ada fasilitas kamar kecil / toilet, yang ongkos sewanya tidak seberapa.Dari sini kami harus berjalan kaki sekitar 300 meter ke Pura Tanah Lot. 


Di Pura Tanah Lot lagi terdapat beberapa kios sepanjang arah timur barat dan beberapa kursi kayu atau bambu di Pura Tanah Lot  di mana pengunjung dapat bersantai menunggu matahari terbenam. Pura Tanah Lot ini turun tebing curam terus menerus di bawah abrasi air laut yang kuat. 


Nama Tanah Lot mungkin dari "Tanah Laut" berarti tanah di laut. Ini adalah kenyataan bahwa abrasi laut yang kuat telah memisahkan areal pura dengan daratan Bali, sehingga terlihat bahwa sarang kuil di bukit kecil batuan menggembung di atas laut. Terlepas dari kenyataan bahwa satu pukulan kuat dari gelombang laut namun situs ini masih berdiri sementara sisi keseluruhan telah hilang oleh gelombang mengamuk dari ratusan tahun.



Di Pura Tanah Lot terdapat  sumber air suci yang disebut Tirta Pabersihan dan Sumber air ini berada di bawah dan selatan Pura Tanah Lot.Momen terbaik adalah pada sore hari ketika matahari terbenam (sunset) karena sunset  di Tanah Lot sangat beutiful. 

Banyak orang mengatakan bahwa melihat matahari terbenam di Tanah Lot indah seperti menonton bulan purnama di malam hari. Pandangan matahari terbenam di Tanah Lot menjadikannya sebagai tempat pariwisata yang sangat terkenal di Bali.


Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. 

Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. 

Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha. 

Monday, May 7, 2012

THE MANGROVE INFORMATION CENTRE, BALI The beauty of Mangrove Panorama


Way of Adventure to THE MANGROVE INFORMATION CENTRE.The Mangrove Information Center adalah objek wisata yang dekat dengan Kuta.Ku sering melewati tempat ini tapi ku tak pernah mampir.Dan sekarang show time!!!


The Mangrove Information Center terletak di  SuwungKawuh, Bali.Untuk ke tempat ini dari Kuta ambil rute menuju Sanur pada Bypass Ngurah Rai dari bundaran di Simpang Siur Dewa Ruci, dan lurus lagi sekitar 700 m dan setelah melintasi jembatan itu tampak ke kanan dan melihat pintu masuk. lurus sedikit lebih lanjut ku bisa ambil ke jalur tengah dan memutar balik tanpa mendapatkan diratakan oleh truk (sangat penting untuk dipertimbangkan saat di Bali).


Telihat papan The Mangrove Information Center masuk dan jalan sekitar 500 m dan akhirnya sampai ku parkirkan motorku dan untuk masuk ke Mangrove ini dikenakan biaya masuk 
Rp. 5000,- setelah selasai membayar inilah waktunya check it out!!!


Di Pusat ada tampilan informasi  mangrove yang menggambarkan hutan mangrove bagi pengunjung  saat memberikan tambahan pengetahuan tentang penggunaan tanaman ini pantai dengan memperhatikan ekosistem lokal.



Menurut Bapak Penjaga tujuan dari MANGROVE INFORMATION CENTRE adalah mengumpulkan data yang berguna, membangun teknologi untuk memulihkan hutan bakau dan menyiapkan metode teknis dan manajerial untuk Sistem Manajemen mangrove berkelanjutan.



Yang menarik di Mangrove ini adalah untuk untuk mengekplorisasinya itu melalui jalan setapak dimana jalannya berliku-liku yang terbuat dari kayu,ada juga pondok untuk istirahat yang bias juga untuk meditasi kalau ada yg berminat dan dek terapung.

Yang menarik di Mangrove ini adalah untuk untuk mengekplorisasinya itu melalui jalan setapak dimana jalannya berliku-liku yang terbuat dari kayu,ada juga pondok untuk istirahat yang bias juga untuk meditasi kalau ada yg berminat dan dek terapung.


Saat ku berjalan di jalur kayu, Dan waw betapa menakjubkan ini seperti kerajaan rawa.Sebuah suara lucu dan aneh dari rawa, seperti orang bersiul yang ku pikir itu adalah refleksi guyuran air memberi ku sedikit perasaan menyeramkan.Oh just kidding sobat!!! Pada akhir jalan ini,sobat dapat melihat view dari Pelabuhan Benoa.



Satu hal yang tidak kusuka dari tempat ini dengan adanya sampah plastic,botol-botol air mineral, bungkus snack dan sampah lainnya di rawa-rawanya.Beh bikin pemandangan tak sedap aja dan dari mana sampah-sampah tu berasal??? Huft sungguh kagak da kerjaan aja.


Waktu ku berkeliling tempat ini,ku membaca salah satu tanda di sepanjang  rute  dan ku  belajar bahwa hutan bakau memiliki campuran air tawar dan garam juga tanaman dan hewan yang hidup di sana telah beradaptasi untuk mengatasinya.

Dan akhirnya selesai juga keliling mangrove ini.Kalau sobat da main ke kuta jangan lupa mampir ke tempat ini key gak bakalan rugi kok and Thank’s God.



Friday, May 4, 2012

GUO LOWO Natural Artistic Forms of stalactite and stalagmite and Longest and Largest Cave in Southeast Asia


Way of Adventure kali ini gue Popeye ma temen-temen Malik,Peyeng dan Si Kancil kan mengunjungi wisata GOA LOWO!!! Dengar nama Goa Lowo di benak orang pasti goa yang berarti Goa Kelelawar.Yang buat kami menarik pergi ke tempat ini karena Goa Lowo ini merupakan goa  terpanjang dan terbesar se-Asia Tenggara dan untuk melihat keindahan macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit.

Goa lawa terletak sekitar 35 km dari arah Tulungagung ke selatan. Goa ini terletak di Kecamatan Watu Limo Trenggalek. Akses jalan dari Kota Trenggalek menuju ke Goa Lowo sudah cukup baik meskipun tidak terlalu lebar.Mendekati Goa Lowo jalan berubah menjadi berbukit-bukit, naik-turun, dan banyak tikungan tajam. Kami  sedikit berhati-hati karena beberapa bagian jalan terdapat lubang-lubang yang harus kami  hindari.  

Dalam perjalanan terasa sekali suasana khas pedesaan dengan jumlah kendaraan yang tidak terlalu ramai. semakin menambah keasyikan dalam menikmati perjalanan menuju salah satu goa terbesar di Asia Tenggara ini.

Untuk bisa masuk Goa Lowo kami harus membeli tiket dengan harga 4000 rupiah saja. Di kawasan wisata Goa Lowo tersedia tempat  parkir yang luas,rumah makan dan warung. Sangat membantu kami karena kebetulan belum sarapan dan ngopi.hehehehehe.Dan juga Di luar gua juga  dilengkapi arena mainan anak - anak.Untuk sampai ke goa harus melewati jembatan yang terbentang di atas sungai. Sungainya sih airnya sedikit tapi di sungai tersebut banyak sekali bongkahan-bongkahan batu besar yang berserakan. 

Setelah menyeberangi sungai dengan jembatan kami disambut oleh patung Sri Ratu Lowo. Mungkin patung itu disimbolkan sebagai ratu dari semua kelelawar yang ada di dalam goa ini. Selain itu juga ada beberapa patung yang menyimbolkan prajurit kelelawar dengan sebuah reco pentung dalam perjalanan kami menuju ke pintu goa.



Suasana udara sebelum nyampai ke goa lowo cukup sejuk dengan aroma hutan jati yang khas karena lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut goa, jalanan sudah dipaving bersih membelah di antara teduhnya pepohonan kayu jati.

 Goa Lawa merupakan goa terbesar yang ada di kawasan Asia dengan panjang lebih dari 2 km.Dan  menurut info dari bapak penjaga Goa Lowo ini memiliki panjang 2 kilometer. Namun yang dapat dinikmati hanya sepanjang 850 meter dan untuk bisa menikmati 1.150 meter sisanya harus menyelam sedalam 10 meter di dalam sungai dan ini belum dikembangkan untuk wisata Goa Lowo.wuih cape’ deh.



Tanpa ragu kami  masuk ke dalam goa yang gelap dan sunyi ( waktunya explorisasi ).Dan rupanya di sini telah dilengkapi sarana penerangan listrik yang tidak terlalu terang menambah kesan eksotis di dalam goa  dan jalan buatan sehingga mudah untuk mengamati macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit. 


Semakin kami masuk ke dalam, selanjutnya akan terdengar bunyi gemercik tetesan air. Bunyi ini muncul dari bunyi tetesan air yang meluncur dari ujung stalaktit yang menghujam stalagmit. Dalam perjalanan awal menuju dalam goa, kami tidak menemukan banyak kelelawar mungkin masih siang yo. Semakin ke dalam menyusuri goa ini, kami juga mendengar  suara gemercik air sungai bawah tanah yang ada di dalam perut goa. 


Keindahan dinding gua dengan stalagtit menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sini, semakin terlihat artistik dengan sinar tata sedemikian rupa menambah warna semakin menarik.Stalaktit dan stalakmit yang ada dalam goa terlihat indah. Sayangnya beberapa diantaranya rusak karena sisa-sisa vandalisme dari manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Untungnya stalaktit dan stalakmit itu sudah mulai tumbuh lagi sehingga kembali menunjukkan keindahannya. 
Gak tahunya dalam perjalanan di dalam goa ini juga terdapat  tempat menyerupai aula yang cukup luas, lengkap dengan beberapa tempat duduk dan meja.Dan rupanya disini banyak para pemuda-pemudi yang asyik falling in love.Eh rupanya suka pacaran di tempat gelap-gelapan hihihihihi. Akhirnya selesai juga kami explorisasi tempat ini.Thank’s GOD.


Oh ya sobat semuanya ini ada tambahan tentang KISAH PENEMUAN GUO LOWO
Menurut cerita rakyat setempat yang kemudian berkembang secara turun-temurun, penemuan Goa Lowo tak lepas dari perjalanan spiritual seorang tokoh masyarakat pada zaman itu, bernama Lomedjo (mbah Lomedjo).Diceritakan, kala itu mbah Lumedjo berniat mencari tempat semedi. Namun, ia tak langsung menemukan Goa Lowo Mbah Lomedjo kala itu hanya mendapati sebuah goa kecil yang kemudian digunakannya untuk melakukan ritual kejawen (bertapa dengan ritual adat Jawa).Kebetulan, lokasinya berada persis dekat telaga atau kedung dengan air berwarna kebiru-biruan. Letak kedung atau telaga kecil ini kurang lebih 600 meter timur laut Goa Lowo.

Dari hasil upaya puasa, semedi inilah mbah Lomedjo konon mendapat wangsit melalui mimpi yang menyebut bahwa di sekitar tempat dia bertapa ada sebuah goa besar dimana di dalamnya tersembunyi ribuan kelelawar.Wangsit itu kemudian dibuktikan hingga akhirnya diketemukanlah mulut gua yang besar nan gelap yang dipenuhi kelelawar dengan bau yang menyengak hidung. Tanpa disadari mereka selalu menyebut gua dengan Guo Lowo( Bahasa Jawa Kelelawar adalah Lowo). Hingga sekarang gua tersebut bernama Guo Lowo.
Itulah kisah penemuan tentang Guo Lowo sobat.

Thursday, May 3, 2012

The SUNSET of KUTA BEACH, Bali


Keluyuran kali ini ke Pantai Kuta,Bali.Aku pergi ke pantai ini hanya untuk menikmati sunset dan ku juga akan menjelaskan ada apa aja di sekitar pantai ini.Mendengar nama tersebut orang yang tinggal di luar bali pasti kepingin dan berharap kapan bisa pergi ke pantai kuta ini.

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali.


Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach).Sesuai dengan julukannya yaitu sunset beach maka setiap hari terutama pada sore hari pantai Kuta akan penuh dengan wisatawan domestic maupun mancanegara, menantikan matahari terbenam, berenang, atau sekedar jalan-jalan di sepanjang bibir pantai kayak gue ini.hehehe.


Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. klub seperti hard rock dan lain-lain,  hotel-hotel berbintang, restaurant, pusat perbelanjaan.


Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Dan di pantai Kuta sudah juga disewakan papan selancar dengan ukuran yang kecil hingga besar sehingga anak-anak atau dewasa bisa memilihnya untuk menikmati surfing.

 Selain di pantai Kuta bisa melakukan surfing  , melihat sunset, di pantai Kuta juga bisa menikmati bermain sepak bola, bermain layang-layang di pinggir pantai yang sangat luas sekali bisa juga sekedar rebahan di pasir pantainya yang hangat sambil menyaksikan banyak turis bule berjemur atau ingin lebih mengasikan bisa juga dengan pelayanan kuncir rambut, kepang rambut, pembuatan tato sementara itu semua bisa di dapatkan di pantai Kuta Bali ini.Inilah sekilas info dariku tentang PANTAI KUTA, THE SUNSET BEACH.Hehehehehe

Akhirnya akupun mendapatkan sunset yang begitu mempesona dan menakjubkan.Sunset yang seperti inilah jarang dijumpai sehari-hari di pantai kuta.Aku sungguh beruntung hari ini.Thank's GOD.

CEKING TERRACE Rice Field Terraces at Bali



Way of Adventure to CEKING TERRACE.Libur kerja buat keluyuran pastinya.Keluyuranku kali ini aku mengunjungi CEKING TERRACE karena penasaran seperti apa wisata persawahan tersebut.Aku pergi ke tempat ini dengan PDKT gua lo hehehehehe.

Ceking Terrace ini terletak di Desa Ceking,Tegalalang,Kabupaten Gianyar. Ceking Terrace berjarak sekitar 34 km dari Kota Denpasar dan dapat ditempuh sekitar 60 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dari Kuta.

Ceking Terrace adalah objek wisata dengan areal pesawahan yang berundak-undak, berbukit sehingga sistem pesawahan terasering yang digunakan.


Dengan adanya sistem terasering ini menjadikan Desa Ceking memiliki keunikan tersendiri.Dan Siapapun dijamin akan betah berlama-lama di Ceking Terrace karena keindahan alamnya yang memukau juga udaranya yang sejuk. Jauh dari hiruk-pikuk kota-kota besar dan polusi udara.


Di sini kami melihat petani Bali membajak serta memelihara sawah mereka di daerah perbukitan yang miring lengkap dengan sistim irigasinya yang terus mengalirkan airnya dari pegunungan.

Dengan adanya sistim terasering ini menjadikan Desa Ceking memiliki keunikan tersendiri. Keindahan panorama Ceking Terrace yang menawan ditambah lagi dengan udaranya yang sejuk dan nyaman membuat kami betah berlama-lama untuk menikmati suasana alamnya. 

Wajar saja Ceking Terrace ini telah menjadi salah satu objek wisata alam yang saat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap hari.Di Sepanjang jalan Desa Ceking juga terdapat toko-toko souvenir, café dan rumah makan Selain itu ada juga pedagang asongan yang menawarkan aksesoris khas Bali.
Setelah Memandangi sekeliling tempat ini,kami merasa Ceking Terrace bagus untuk ya hanya sekadar menenangkan diri, mengamati keindahan alam, atau lebih mendekatkan diri dengan alam juga.

Akhirnya rasa penasaranku terobati juga dan apalagi kesini dengan PDKT gua,benar-benar terasa komplit perjalanan ini.Thank’s GOD.

Sunday, April 29, 2012

Joy and Sorrow JEBRING BEACH, Blitar


Ku memilih kesini karena sudah 12 tahun tidak pergi kesana.Pantai Jebring terletak di Dusun Banyu Urip,Blitar.Dan Dari Kota Blitar ke pantai ini menghabiskan waktu sekitar 3 jam.Aku benar-benar kaget aku melihat sudah ada jalan menuju Pantai Jebring.Sebelum melaju kesana,ku bertanya kepada warga sekitar kenapa sekarang sudah ada jalan menuju pantai dan banyak truk melintas padahal 9 tahun yang lalu masih alami,kalau mau kesana harus mendaki bukit dulu dimana jika mendaki bukit sebelum ke pantai itu ada keistemewaan tersendiri.



Akhirnya ku mencari informasi selama satu jam di warga desa banyu urip dan yang kudapat adalah kabar duka di balik ini.Jalan dibangun sampai ke pantai jebring guna untuk usaha pertambangan pasir besi di pantai tersebut.Masyarakat dijanjikan bekerja di perusahaan pertambangan tersebut sebagai buruh tambang dan banyak sekali janji manis perusahaan.Akan tetapi jalan kan rusak bila pasir besi sudah habis dieksploitasi dan rakyat akan menganggur kembali serta pantai akan rusak!!!!! Jika ada kenaikan kesejahteraan buruh,maka sebenarnya secara presentasi lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan tingkat kesejahteraan perusahaan dan keuntungan pertambangan bagi masyarakat local SAMA SEKALI TIDAK ASA!!!

Yang ada untuk kedepannya HANYA KERUSAKAN PANTAI,kerusakan jalan karena keluar masuknya truk dan HILANGNYA BUDAYA SEBAGAI PETANI!!! Kenapa Pemerintah Kabupaten tetap memberikan izin??? Apa yang didapat??? Saham di perusahaan tidak dikuasai Pemerintah dan mungkin hanya pajak,NAMUN berapa jumlah pajak yang masuk dibandingkan dengan penderitaan rakyat dan KERUSAKAN LINGKUNGAN.

Kenapa Rakyat yang selalu dikorbankan??? Pertanyaan – pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab.

Ku tak ingin larut dengan kekecewaanku dan ku langsung menuju ke bibir pantai tanpa menghirukan para penambang.



Aku pun bersyukur masih bias menikmati sisa-sisa keindahan dari Pantai Jebing ini.Pantai ini punya  aliran sungai di sebelah barat dan dibatasi oleh tebing di sebelah timur.Selain tebing, keberadaan dua buah karang di muka pantai turut mempercantik pemandangan pantai ini. Ombak di pantai busyet cukup besar juga yang datang menghantam karang, sehingga tercipta percikan air yang mempesona dan memukau.

Mugkin setelah pasir besi di sedot sudah wasalam untuk Pantai Jebring Ini dan Pantai ini kan jadi Teluk……. Dan……. Tidak kan da Pantai Jebring lagi……

PANGI BEACH, Finding Peace of Heart Journey Blitar


Way of Adventure ke Pantai Pangi ku hanya sendiri untuk menenangkan jiwa ini yang lagi galau.Pantai Pangi terletak di Desa Tumpakkepuh,Blitar. Akses menuju pantai sedikit susah.Jalan mulai dari Kecamatan Kademangan sudah naik turun dan mendekati Kecamatan Bakung Turunan dan Tanjakan lumayan tajam.

Sewaktu di perjalanan ku melihat sebuah monumen eh rupanya itu  adalah Monumen Trisula dan akhirnya ku mampir dulu ke sini istirahat sebentar.Di depan ada warung langsung ku kesana dan membeli secangkir kopi terus kubawa ke monumen duduk ngaso/leyeh-leyeh dulu mumpung sepi dan sekaligus ekplorasi tempat ini.Monumen ini ukurannya lumayan besar ya namanya juga monumen yang pastinya emang besar.yang unik di tempat parkir di pakai warga untuk menjemur padi.
Monumen Trisula terletak di Desa Bakung Kecamatan Bakung dan dari arah Kota Blitar sekitar 40 km.Menurut informasi dari berbagai media bahwa Monumen Trisula diresmikan pada tanggal 18 Desember 1972 oleh Letnan Jendral TNI AD M.Yasin.Monumen ini didirikan untuk meghormati salah satu perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kedamaian dan kemerdekaan. 

Monumen ini diinspirasi oleh Gerakan Trisula. Gerakan Trisula ini ditujukan untuk menumpas para pemberontak dari partai komunis atau dikenal dengan sebutan G.30.S/PKI Tahun 1965 yang berada di sebelah selatan Blitar.
Gerakan Trisula ini berhasil karena adanya kerjasama antara tentara Indonesia dan rakyat setempat. Semangat untuk menumpas para pemberontak harus diwarisi oleh para generasi muda, dan berdasarkan alasan inilah maka Monumen Trisula dibangun.
Selain itu juga Monumen Trisula dibangun dalam rangka pewarisan nilai-nilai kejuangan-perjuangan yang mempunyai nilai-nilai spiritual bagi generasi yang akan dating dan diharapkan dapat menanamkan dan menggugah semangat serta jiwa rakyat Indonesia, untuk Secara gigih mempertahankan kemurnian Pancasila juga menghancurkan sisa-sisa komunis yang ingin kembali ke Indonesia, karena kebiadaban komunis pada peristiwa Madium tahun 1948 dan peristiwa G.30.S.PKI tahun 1965 membawa korban dan malapetaka yang sangat besar bagi negara dan bangsa Indonesia.

Pembangunan monumen memorial sangat perlu, karena selain mempunyai nilai-nilai spiritual kepada generasi yang akan datang, juga mempunyai nilai sejarah sebagai pewarisan dari generasi 1945 kepada generasi seterusnya.


Dan Monumen Trisula ini merupakan persembahan masyarakat Kabupaten Blitar pada khususnya, dan rakyat Jawa Timur pada umumnya kepada Bangsa Indonesia.




Kopi udah habis dan leyeh-leyehpun juga dah cukup,waktunya kembali ke tujuan awal yaitu Pantai Pangi.Mendekati pantai pangi ( sekitar 1 km ) roda 4 tidak bisa masuk dan kalau roda 2 langsung tancap dah.Untuk nyampe ke lokasi pantai tidak bisa langsung. motor yang di bawa harus dititipkan dulu membayar Rp 2.000,- selanjutnya jalan kaki sekitar 200 meter dengan naik turun untuk sampai pada pantai ini.Setelah motor ku parkir,ku berjalan menuju pantai dan tiba-tiba eeehh di depan dihadapkan pada Sungai Kecil.. sungguh kaget... dikirain jalannya Buntu... ternyata tidak dan harus menyebrangi Sungai.Di sungai kecil ini ku mencuci muka biar seger!!!


Setelah ku melewati sungai kecil ini di hadapkan jalan naik dan akhirnya ku melihat pantainya.......lelah sepertinya langsung menghilang.......dan akhirnya ku menapakkan kaki ku juga di pantai ini....lega rasanya.


Suasananya masih alami dan Waw lumayan indah pantai pangi ini sobat dengan hamparan pasir pantai yang lumayan masih bersih,maklum tidak banyak aktifitas yang ada disini.Dan cuma ku saja pengunjung hari ini.......pas dah.ku bisa menenangkan diriku dari segala penat yang ada dan ku sangat suka dengan pantai ini.Ku duduk melihat keindahan pantai dan merfleksikan diri.Setelah lama kun duduk akhirnya pun ku berjalan melihat ada apa ja di sepanjang pantai ini.Dan rupanya disisi Timur terdapat hamparan batu karang dan sungai dengan air tawar yang sangat jernih dan waw sungguh mempesona viewnya sobat!!!





Akhirnya selesai juga ku  nikmati ketenangan di pantai yang masih alami ini.
Sendiripun gak masalah bagiku karena di balik kesendirian ada sesuatu keindahan tersendiri dan tujuan utamaku juga menenangkan diri di alam.Sebab alam adalah tempat ku mencari ketenangan sejati karena di sanalah ku merasa dekat dengan SANG PENCIPTA
.